Showing posts with label Medicine. Show all posts
Showing posts with label Medicine. Show all posts

Tuesday, April 27, 2021

Jenis Metode Pengambilan Sampel dalam Penelitian Klinis

 Sampling ada dua jenis berdasarkan tujuannya:

Probability sampling sama non probability sampling

Probability sampling

Kalau mau memilih sampel menggunakan metode ini harus melalui pengacakan atau randomisasi (probability = peluang)

Probability sampling masih dibagi menjadi 4 jenis tergantung caranya mengacak:

-         Simple random sample

(simpel artinya sederhana)

Contoh:

Mahasiswa ingin mencari sampel/subjek untuk penelitian mengenai efek minum kopi terhadap jam tidur di mahasiswa fk unram angkatan 2016, kalau mau menggunakan cara simple random sampel, mahasiswa tersebut harus menomorkan tiap mahasiswa (misal sesuai absen) kemudian di lot, misal mau diambil 20, maka yang 20 keluar di lot langsung diambil menjadi sampel

-         Systematic sample

(systematic maknanya beraturan)

Misal dengan penelitian yang sama, tapi mahasiswa tidak mau repot ngelot 20 kali, maka sebelumnya supaya sistematis/beraturan dia memutuskan untuk ngelot yang pertama terus dilompat tiga-tiga atau empat-empat, nah misaldi lot yang pertama dapat yg no absennya 25 kalau mau lompat 3, maka subjek selanjutnya yg no absen 28, terus 31, 34, 37, dst sampai dpt 20 orang

-         Stratified random sample

Misal dengan penelitian yang sama, tapi sang mahasiswa khawatir gender akan berpengaruh, maka dia mengatasinya dengan menyamakan jumlah gender, misal mahasiswa fk unram angkatan 2016 laki-laki hanya 20 perempuan hanya 60,dia butuh sampel 20 artinya laki-laki 10 perempuan 10, didapatkan melalui pengacakan

-         Cluster sample

Terjadi pada subjek yang susah di list, misalnya ingin meneliti tentang pengaruh sanitasi terhadap angka penyakit kulit di kota mataram, jumlah orang di mataram kelewat banyak, maka diacak sesuai daerah misal kecamatan, kelurahan, RT, atau RW

Non probability sampling

Tidak melalui pengacakan

-         Convenience sampling

Misal jumlah sampel yang dibutuhkan 15 orang, diambil 15 orang terserah maunya peneliti, bisa teman sekelas, keluarga peneliti dll

-         Consecutive sampling

Diambil semua sampel yang memenuhi syarat, hanya dibatasi waktu dan wilayah

Monday, April 26, 2021

Contoh Laporan Hasil Kunjungan Lapangan di Puskesmas

A.   TUJUAN KEGIATAN

1.    Mengetahui preprarat vaksin yang tersedia di Puskesmas

2.    Mengetahui proses penyimpanan dan transport vaksin dari Puskesmas ke Posyandu

3.    Mengetahui cakupan (jumlah dan jenis) imunisasi yang diamati di Posyandu,
meliputi:

· Jumlah anak yang diimunisasi
· Profil masing-masing anak:

-         Umur (tanggal lahir), berat badan, jenis kelamin

-         Riwayat imunisasi sebelumnya, imunisasi yang diberikan saat ini dan imunisasi yang diberikan berikutnya.

-         Kondisi kesehatan anak saat diberikan imunisasi (e.g ada tidak riwayat demam)

4.    Menjelaskan prosedur imunisasi yang diamati selama di Posyandu

5.    Menjelaskan KIPI yang diamati selama di Posyandu

 

B.   HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN

1.    Jenis-jenis vaksin yang terdapat di puskesmas antara lain:

a.    Measles Vaccine

b.    Pentabio (DPT-HB-Hib) Vaccine

c.    Oral Polio Vaccine

d.    Vaksin Polio Injeksi

e.    Vaksin BCG

f.     Vaksin Hepatitis B rekombinan

2.    Vaksin disimpan dalam lemari es bersuhu 2-8˚C dan tidak terkena sinar matahari/ di tempat yang teduh. Dari puskesmas menuju posyandu, vaksin dibawa menggunakan vaccine carrier yang di dalamnya terdapat dua cool pack berisi air dingin.

3.    Posyandu M

a.    Jumlah anak yang diiumunisasi : 1 orang

b.    Profil anak:

1.    Tanggal lahir: 25 November 2016 (3 bulan)

2.    Berat Badan: -

3.    Jenis kelamin: perempuan

4.    Imunisasi yang telah diberikan: HB0, BCG, Polio (1), DPT-HB-Hib (1), DAN Polio (2)

5.    Imunisasi saat ini: DPT-HB-Hib (2) dan Polio (3)

6.    Imunisasi yang akan datang: DPT-HB-Hib (3) dan Polio (4)

7.    Kondisi anak saat imunisasi :Tidak demam

4.    Prosedur Imunisasi Polio:

a.    Bayi disiapkan dalam gendongan dengan kepala disangga dan dimiringkan ke belakang

b.    Vial vaksin dibuka, dipasangkan dropper

c.    Vaksin polio dikocok

d.    Vaksin polio dijungkirkan

e.    Meneteskan vaksin polio sebanyak dua tetes

f.     Mencatat waktu dan tanggal vaksin dibuka

g.    Meletakkan vaksin pada tempatnya

Prosedur Imunisasi DPT

a.    Bayi disiapkan dengan posisi miring dalam gendongan ibu

b.    Jarum dan spuit disiapkan

c.    Mengocok vial vaksin hingga homogen

d.    Memasukkan jarum tegak lurus vial dan membalikkannya ke bawah

e.    Mengambil vaksin sesuai keperluan

f.     Membuang udara dalam spuit

g.    Memilih area penyuntikan (di anterolateral paha)

h.    Membersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas steril

i.     Menyuntikan vaksin dengan sudut dan lokasi yang bebar

j.     Menekan daerah penyuntikan dengan kapas

k.    Membuang sisa alat

l.     Mencatat waktu pembukaan vaksin

 

Catatan: Setelah vaksinasi diberikan parasetamol pulveres

5.    Tidak terdapat kejadian ikutan pasca imunisasi di posyandu

Saturday, April 24, 2021

Prosedur Pemeriksaan Diagnostik Anti HIV, Anti HCV, HbsAg, dan Malaria

 Rapid Diagnostik Test

Anti-HIV Casette

1.                   Menyesuaikan temperatur casette dalam kantong alu foil dan sampel (serum/plasma) sehingga mencapai suhu ruang sebelum digunakan

2.                  Merobek kantong alu foil, mengambil sampel

3.                   Mengambil 5 µl sampel atau menggunakan loop, lalu meletakkan pada “lubang sampel” casette

4.                  Meneteskan 3 tetes (100 µl) buffer pada “lubang buffer” casette

5.                  Membaca hasil setelah 10-15 menit, jangan menginterpretasikan hasil setelah 15 menit

 

Keterangan:

-          Jika garis kontrol tidak tampak, maka hasil tes dinyatakan invalid

-          Penyimpanan: 2-8˚C, jangan dibekukan

 

Rapid Diagnostik Test

A-HCV Kaset

1.                   Menyesuaikan temperatur kaset dalam kantong alu foil dan sampel serum sebelum digunakan sehingga mencapai suhu ruang

2.                  Merobek kantong alu foil, mengambil kaset

3.                   Mengambil 25 µl sampel serum/plasma letakkan pada “lubang sampel” kaset

4.                  Meneteskan 4 tetes (125 µl) buffer pada “lubang buffer” kaset

5.                  Inkubasi hasil selama 10-20 menit

6.                   Jangan menginterpretasi hasil setelah 20 menit

 

Keterangan :

-          Jika garis kontrol tidak tampak, maka hasil test dinyatakan invalid

-          Simpan pada suhu 2-30˚C

 

Rapid Diagnostik Test

HbsAg Strip

1.                   Mengeluarkan perangkat reagen dan sampel serum yang akan diperiksa dari lemari pendingin agar sesuai dengan suhu ruang

2.                  Membuka alumunium pembungkus, mengambil strip

3.                   Memasukkan 100 µl sampel serum/plasma ke dalam tabung reaksi

4.                  Menginkubasikan strip (arah panah berlawanan) dalam sampel serum/plasma sebatas garis di bawah tanda panah selama 10 menit

5.                  Pembacaan hasil:

a.                   Hasil “positif” apabila ada dua garis merah yang terlihat pada area T dan C

b.                  Hasil “negatif” apabila hanya ada satu garis merah yang terlihat pada area C

c.                   Tes dinyatakan “invalid” apabila garis kontrol C tidak terlihat

 

Keterangan:

-          Simpan pada suhu 2-30˚C

-          Perangkat reagen ini hanya untuk memeriksa serum manusia yang tidak diencerkan

-           Pembacaan hasil dari 15 menit dianggap invalid

 

Rapid Diagnostik Test

Malaria Casette

1.                   Menyesuaikan temperatur casette dalam kantong alu foil dan sampel darah sebelum digunakan sehingga mencapai suhu ruang

2.                  Merobek kantong alu foil, mengambil casette

3.                   Mengambil 4 µl sampel atau menggunakan loop lalu meletakkan pada lubang “sampel” casette.

4.                  Membuka tutup botol buffer warna biru, meneteskan 6 tetes (150 µl) buffer pada “lubang buffer” casette.

5.                  Membaca hasil pada menit ke 10-15 (Jangan menginterpretasikan hasil setelah 15 menit)

 

Keterangan:

-          Jika garis kontrol tidak tampak, maka hasil tes dinyatakan invalid

-          Penyimpanan: 2-30˚C, jangan dibekukan

 

Rapid Diagnostik Test

Malaria – Strip

1.                   Perangkat reagen dan sampel darah yang akan digunakan suhunya disesuaikan dengan suhu ruang

2.                  Membuka alumunium pembungkus, mengambil strip.

3.                   Membuka tutup botol berwarna biru, meneteskan 3 tetes (100 µl) buffer dalam tabung reaksi.

4.                  Meneteskan 4 µl sampel darah pada ujung strip dengan menggunakan loop yang tersedia pada kit.

5.                  Menginkubasikan strip (arah panah ke bawah) ke dalam buffer dalam tabung reaksi (no. 3)

6.                   Membaca hasil antara menit ke 10 sampai dengan menit ke 15

Pembacaan hasil:

-          Hasil “Positif Falciparum” apabila pada area T1 dan C tampak garis merah.

-          Hasil “Positif Vivax” apabila pada area T2 dan C tampak garis merah.

-          Hasil “Positif Falciparum dan Vivax” apabila pada area T1, T2, dan C tampak garis merah.

-          Hasil “Negatif” apabila hanya pada area C tampak garis merah.

-          Tes dikatakan “Invalid” apabila garis kontrol tidak tampak

 

Keterangan:

-          Simpan pada suhu 2-30˚C, jangan dibekukan.